JAKARTA - Pemerintah telah mentransfer program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu kepada 5,25 juta rekening pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta. Adapun pada gelombang pertama ditransfer sebanyak 2,5 juta rekening dan tahapan kedua ada 3 juta rekening.
Sebagaimana diketahui, pemerintah memberikan bantuan Rp2,4 juta kepada para pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta. Bantuan tersebut akan dicairkan setiap dua bulan sekali dalam jangka waktu 4 bulan.
Berikut adalah fakta terkini mengenai pencairan BLT pekerja yang dirangkum Okezone, Sabtu (12/9/2020).
1. Ada 3,5 Juta Pekerja yang Dapat BLT di Tahap III
Sebanyak 3,5 juta data penerima bantuan subsidi upah (BSU) Rp1,2 juta untuk pegawai dengan gaji di bawah Rp5 juta sudah resmi diserahkan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) pada hari ini.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BJSTK) Agus Susanto mengatakan bahwa 3,5 juta rekening ini sudah melalui proses validasi data dan siap untuk menerima transfer BSU.
2. BPJS Kantongi 14,5 Juta Rekening
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan bahwa data terakhir jumlah rekening bank yang masuk ke pihaknya sebanyak 14, 5 juta nomor rekening. Dari data tersebut secara otomatis sistem melakukan validasi dengan sistem di perbankan.
“Validasi itu meliputi kecocokan nomor rekening, nama yang ada BP Jamsostek dengan yang tercatat di bank,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9/2020).
3. Diperpanjang hingga 2021
Pemerintah akan melanjutkan kembali program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun depan. Salah satu program yang akan ada lagi pada 2021 adalah program subsidi gaji.
"Bantuan untuk subsidi gaji. Itu juga akan dilanjutkan di kuartal pertama tahun depan (2021)," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Senin (7/9/2020).
4. Butuh Waktu 4 hari
Menaker Ida Fauziyah mengatakan, proses BSU ini akan memakan waktu maksimal 4 hari untuk checklist terlebih dahulu dari tanggal diterima, baru setelahnya diserahkan dan diproses oleh KPPN dan ditransfer oleh bank penyalur.
5. Kerek Perekonomian
Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira menyebut sektor pekerja informal di Indonesia yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan itu jumlahnya masih lebih banyak ketimbang yang tercatat. Sehingga, bantuan itu dapat dipastikan tak menyasar ke seluruh lapisan pekerja.
Menurutnya, bila pemberian stimulus itu salah sasaran, maka uang yang ditransfer ke penerima BLT pun tak akan digunakan untuk berbelanja. Mereka akan memilih uang itu untuk disimpan di bank karena melihat kondisi perekonomian yang masih belum stabil.